Tampilkan postingan dengan label Bukuku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukuku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2014

Journey of Life

Judul Buku : Journey of Life: Setiap Jejak adalah Makna
Penulis : Rahman Hanifan
Penerbit : Pustaka Insan Madani, Yogyakarta
Tebal : 204
Harga : Rp. 36.000,-


Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baatilaa. Sungguh benar, tiada yang sia-sia dari ciptaan Allah. Tiada yang sia-sia dari ketentuan dan ketetapan Allah. Bertabur kisah dalam hidup manusia. Tak pernah percuma jika kita dapat mengambil ibrah dan menangkap hikmah darinya. Kisah bahagia atau derita, pengalaman manis atau pahit, kejadian lucu atau yang membuat malu, semua akan membuahkan pelajaran tak ternilai.
Bila kita kenang dan renungkan perjalanan hidup ini, niscaya akan bertabur pelajaran yang sungguh berharga. Sebuah pengalaman sederhana yang lucu, ternyata dapat menyimpan hikmah yang besar. Padahal, sewaktu kejadian itu bergulir, barangkali hanya kita anggap sebagai kejadian lucu semata. Seperti kisah Ahmad, Yafit dan A’ad saat nyasar ke Kaliurang, ekau akan menemuinya dalam buku ini. Sungguh, kejadian sederhana itu ternyata menyiratkan pelajaran besar.
Dalam buku ini, pembaca akan dapati banyak kisah yang menarik dan inspiring. Alami dan membumi, karena kisa-kisah tersebut kebanyakan memang kenyataan yang ditemui penulis dari kehidupan sehari-harinya.
Buku ini menggambarkan perjalanan panjang manusia; dari alam ruh, hingga akhirat nanti. Untuk perjalanan panjang itu, beberapa hal perlu kita seksamai. Di antaranya mengenaik ke mana kita hendak pergi. Hanya orang gila yang setiap hari ke sana kemari, berkeliling dengan rutinitas yang hampir sama, tapi tidak tahu apa yang hendak ditujunya. Karena itu orang gila tak dapat apa-apa dari perjalanannya. Nah, tidak mau seperti orang gila kan? Karena itu tetapkan tujuan; untuk menggapai ridha Allah semata.

Hal kedua yang harus kita perhatikan menurut adalah, peta perjalanan hidup kita yang tidak lain adalah al-Qur’an dan Hadits. Kemudian kita juga harus memperhatikan bekal perjalanan hidup yang akan kita bawa, tidak lain adalah iman dan ilmu. Dan yang terakhir adalah kendaraan yang kita gunakan dalam hidup ini agar sampai ke tujuan. Apakah kendaraan itu? Temukan jawabannya dalam buku ini.
Kisah-kisah sepertu perjalanan kehidupan yang lain dapat engkau simak juga di My Journey of Life

Senin, 03 Maret 2014

Bahasa Qalbu

Suatu kali, ketika mengajar TIK kelas enam, mengajari mereka membuat email, tiba-tiba jaringan error, tak bisa online. Maka saya ajak mereka kembali ke kelas. Waktu masih cukup lama dan terpikir olehku untuk memberikan sesuatu di luar mata pelajaran. Saya duduk di depan, lalu bertanya: “Pak Rahman pengen mengajak kalian bicara serius. Bolehkah?”
Senang sekali melihat antusisme mereka. Kebetulan waktu itu hujan cukup deras. Salah seorang anak memberi usul; “Di bawah saja Pak, tidak terdengar.” Maka kami sama-sama bangkit dari kursi, lalu duduk melingkar saling berdampingan, lesehan di kelas.
Sesuatu yang berat hendak kusampaikan. Kutahu di kelas itu masih ada masalah, ada yang tak akur. Seorang anak perempuan tersisih dari teman-temannya, ini masalah paling serius. Sudah beberapa bulan masalah ini belum juga usai. Malah sempat terbawa-bawa sampai orang tua.
Sangat sensitif. Maka aku harus menyampaikan dengan ekstra hati-hati. Benar-benar menggunakan bahasa qalbu. Aku sampaikan bahwa hal ini memang tidak enak untuk dibicarakan, tapi sesekali memang harus dibicarakan. Mereka pun mendengarkan dengan seksama. Intinya, aku hanya menyampaikan harapan, bahwa sebelum lulus, masalah di antara mereka sudah cair. Aku minta mereka untuk jujur pada diri, bahwa semua ingin persahabatan di antara mereka kembali seperti semula. Mereka pun mengakui, mengiyakan. Kulihat salah seorang anak yang paling clash dengan si anak tersisih berkaca-kaca.
Entahlah. Apa akan ada perubahan setelah apa yang kusampaikan. Semoga saja demikian. Setidaknya aku telah tunjukkan, bahwa salah seorang pak guru peduli dengan permasalahan yang mereka hadapi.
Bahasa Qalbu. Sesungguhnya anak-anak kita, walau masih SD, mereka sudah bisa diajak untuk berpikir dewasa. Maka, sentuhan-sentuhan qalbu insya Allah akan lebih membekas pada jiwa mereka. Apa lagi dibanding dengan nasihat-nasihat yang disampaikan dengan amarah.
Mungkin karena masih jernih, hati mereka pun mudah disentuh. Dalam sebuah forum bersama anak-anak didikku, pernah kunyanyikan sebuah lagu. Salah seorang di antaranya ternyata menangis, beberapa berkaca dan yang lainnya mendengar penuh seksama. Malah, seorang yang nangis itu adalah anak laki-laki. Tak terduga. Ternyata, sebuah lagu saja dapat membuat hati mereka tersentuh bila dilantunkan dengan menjiwa.

Maka, kepada seluruh guru di mana saja, aku ingin mengajak, mari berbagi dengan anak-anak didik kita menggunakan bahasa qalbu. Sesekali kita ajak anak didik kita bicara serius tentang hidup mereka. Insya Allah hal ini akan lebih berarti dari teori-teori yang kita sampaikan dalam kelas. Mudah-mudahan, apa yang kita sampaikan juga akan lebih bernilai dalam pandangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Wallahu a’lam.

Jumat, 28 Februari 2014

UNLIMITED LEARNING

Alhamdulillah deh, setelah CHANGE NOW! Jurus Duahsyat Muslim Huebat! n' TRUE FRIEND! Jurus Dahsyat Milih Sahabat! nyang gaul n’ keren abis, hadir pula buat kamu buku yang satu ini.
Di buku ini kamu bakalan dapetin berbagai tips buat ngadepin ujian secara aku, terutama ujian di sekolah or kampus. Penting banget lagi! Kalo kitanya nggak siap n’ nggak ngerti ilmunya, ujian bisa bikin stres. Jangankan Ujian Nasional, ulangan harian aja kadang bikin jantung kencang berdegup n’ kepala senut-senut . Ujian kurang tiga hari kepala jadi pusing, kurang dua hari gigi ikutan linu, kurang sehari lagi saryawan menyerang, soal udah dibagikan mulai stres, soalnya susah pingsan deh. Wah hiperbolis banget ya? Nah, habis baca buku ini, nggak boleh ada lagi yang namanya stres n’ puyeng coz ujian. Tenang fren, we can do it.  
Selain tips menghadapi ujian, kamu juga bakalan dapat banyak hal. Gimana belajar yang baik, benar dan efektif, cara-cara mengatasi hambatan belajar, gimana menjadi sang juara, juga gimana bisa sobatan sama buku. Semua-muanya ada.
Selain buku ini aku susun dari berbagai teori yang udah aku baca, aku juga mengggali dari pengalamanku sendiri loh. Jadi kalo aku kasih kamu motivasi buat jadi juara kelas, dulunya aku juga sering juara kelas. Kalo aku bilang bahwa waktu tes IQ nilaiku cuma sedang, ya emang begitulah adanya. Waktu itu nilai IQ-ku kan cuma 92, padahal batas IQ sedang paling bawah adalah 90. Tapi tetep, aku bisa juara kelas, ngalahin temen-temen lain yang nilai IQ-nya lebih tinggi. So, sebenarnya siapa aja bisa jadi orang pinter. Nah pelajaran-pelajaran kaya’ gitu bakal kamu dapetin di buku ini.
Aku pengen banget berbagi tentang cara meraih prestasi ini. Biar kamu semua semangat jadi juara. Nggak ada alasan IQ rendah, nggak bakat, apa lagi cuma sebab malas. Karena kita semua sudah dilahirkan sebagai manusia yang luar biasa – dalam bentuk sebaik-baiknya kata Allah – maka kita semua juga bisa jadi juara.
Buku ini bakalan bermanfaat banget kalo kamu mempraktekkannya. Ingat bahwa experience is the best teacher. Pengalamanlah yang akan mengajari kita untuk menjadi juara. Bila kamu cuma baca buku ini tanpa dipraktekan, ya sami wae atuh. Nggak ada bedanya. Lagian belajar dengan membaca hanya efektif 10% saja, beda banget bila dibanding belajar dengan praktek yang efektifitasnya 80%. Selengkapnya baca aja buku ini hingga kalimat terakhir. Dapetin semua tipsnya dan jadilah juara!

Selamat membaca!

Kamis, 27 Februari 2014

MUSLIM TANGGUH

Kesuksesan selalu beriringan dengan keberanian. Sajaa’ah atau keberanian inilah yang selalu menjadi sifat para pahlawan. Rasulullah Saw. takkan sukses membimbing manusia ke jalan yang benar, kalau beliau takut berdakwah. Khalid ibn Walid r.a. takkan sukses memimpin berbagai pertempuran, kalau takut mati dan terkalahkan. Abdurrahman bin ’Auf r.a. takkan menjadi shahabat Rasululllah yang kaya-raya andai beliau takut memulai usaha. Imam Ahmad bin Hambal mungkin takkan menjadi ulama yang sangat barakah ilmunya, andai saja beliau takut oleh penjara dan siksaan penguasa.
Resiko selalu menemani setiap langkah manusia. Karena itu kita harus berani menanggu resiko kehidupan. Harus berani hidup dan berani mati. Kalau takut mati, nggak usah hidup! Takut hidup, mati saja!
Untuk berani kita harus punya ketangguhan; tangguh dalam hal agama, mental, fisik, prestasi dan segalanya. Bagaimana caranya?
Temukan dan kenalilah dan optimalkan potensi diri!
Miliki sumber kekuatan utama!
Temukan langkah-langkah untuk menjadi
MUSLIM TANGGUH!

TRUE FRIEND! buku yang pas banget buat loe

Loe pade, pemuda-pemudi, ramaja-remaji, cocok banget baca buku ini. Buku yang merupakan penyempurna buku keduaku dulu: The Power of Smile. Baca deh...

TRUE FRIEND!

Siapakah sahabat sejati itu?
Apakah teman yang tiap hari bersama kita?
Apakah orang yang selalu ada di saat kita tertawa dan bahagia?
Atokah orang-orang yang ada saat kita berduka?
Trus, gimana yaa… cara ngedapetin buanyak temen?

Nah…, biar kamu bias nemuin sahabat sejatimu n’ buat persahabatan kalian paling duahsyaat, buruan gih baca buku ini!

Temukan segudang tips tuk dapetin buanyak temen; tips gimana etika bergaul biar persahabatan ini bermanfaat, dunia akhirat; n’ tips biar bias ngadepin sahabat-sahabat yang unik n’ special.
Ada juga lho… aturan tuk bikin kelompok sahabat (baca Genk Putih), juga tips kalo-kalo ada yang terjebak ‘Virus Merah Jambu’ dalam persahabatan, juga tips-tips lainnya.

Menggalang persahabatan, mengukuhkan ukhuwah n’ silaturahmi.
Berbagi senyum, berbagi rasa ‘peduli’ terhadap sesame, memberi dan memberi lebih.
Sehingga, persahabatan ini nggak Cuma ajah untuk bertemu, tetapi lebih sebagai ajang tuk berbagi motivasi, memadukan potensi, n’ bersama-sama raih prestasi.

Selasa, 25 Februari 2014

Ini Buku yang Merubah Hidupku (serasa jadi penulis beneran....)

Change Now - Jurus Duahsyat Muslim Huebat!
Penulis: Rahman Hanifan
ISBN: 978-979-15201-2-6
204 Halaman


Pengen hidup Loe berubah?
Pengen yang susah jadi mudah, yang jelek jadi indah, yang BeTe jadi gairah; lalu
hilang resah, gelisah, & gundah?
Baca buku ini!!!

Nyontek, bolos, benci ama sekolah, NO MORE!!!
Malas, letoy, ragu-ragu, ga PeDe, NO MORE!!!
Bodoh, kalah, terpuruk, NO MORE!!!
Jahat, jahil, dosa, maksiat, NO MORE!!!

Mulai hari ini loe adalah orang yang huebat.
Mulai hari ini loe jadi muslim yang duahsyat.
Syaratnya, lakuin perubahan-perubahan luar biasa dalam hidup loe.
Tinggalin, buang jauh-jauh segala sifat n kebiasaan-kebiasaan buruk loe.
Ganti dengan yang baru!
Ganti dengan yang luar biasa!
Inilah saatnya tunjukin bahwa loe seorang muslim.
Saatnya loe tunjukkin bahwa seorang muslim itu luar biasa.
Saatnya kejutkan dunia bahwa loe pantas jadi pemimpinnya.
Saatnya berubah!!!

Hidup Kaya Raya Mati Masuk Surga

Ini buku pertamaku dulu. Agak culun-culun dikit, tapi tetep keren. N’ yang paling penting, buku ini telah merubah hidupku. Ternyata aku bisa juga jadi penulis, satu hal yang hingga lulus kuliah gak pernah terpikir olehku.

Satu pelajaran besar yang kudapat dari terbitnya buku ini: PD aja lagi!

Mula-mula aku tertarik menulis buku karena emang lagi gak ada kerjaan. Menganggur abis walk out dari sebuah perusahaan. Selesai aku tulis sebuah naskah buku, langsung aku masukkan ke penerbit. Aku datang ke sana, ketemu langsung sama manajernya, dibaca dan langsung ditolak. Ya Sudah!

Tapi aku dapat satu pelajaran penting dari manajer penerbit tersebut; ternyata tulisanku terlalu kaku dan gaya bahasanya sangat tidak menarik. Setelah itu aku menulis buku lagi dengan gaya bahasa yang lebih cair. Sekitar dua minggu kemudian, naskah buku yang belum jadi kuberikan ke penerbit yang sama. Niatnya agar dikritisi aja. Akan tetapi seminggu kemudian, ketika aku bertanya kepada manajer penerbit tersebut, jawabannya sungguh mengejutkan; “Naskahnya sudah kami terima, insya Allah segera diproses.” Alhamudulillah….


Setelah terbit buku ini, bangkitlah semangatku untuk menulis. Dalam dua minggu naskah buku kedua selesai “The Power of Smile”. Beberapa waktu kemudian buku keduaku itu terbit. Subhanallah, jadi penulis beneran, meski masih pemula.
Dan kini, aku ingin terus menulis. Karena tulis-menulis insya Allah menjadi bagian penting dalam hidupku. Doakan ya, bisa sukses jadi penulis!